Selamat membaca dan semoga bermanfaat bagi anda semua

Sabtu, 26 November 2011

Mengingat Sejarah Demak di Museum Situs MAD

Museum Situs Masjid Agung Demak kini sudah tertata apik. Pun, sebanyak 60 koleksi yang berada di dalam bangunan senilai Rp 1,1 miliar tersebut ditambah sejumlah situs di sekitarnya dapat menjadi referensi masyarakat yang berniat mendalami sejarah perkembangan Islam di Pulau Jawa.

Ketua Umum Takmir Masjid Agung Demak Drs KH Mohammad Asyiq menjelaskan, benda bersejarah yang disimpan dalam museum sebagian besar merupakan peninggalan Walisanga dan Sultan Fatah.

Bukti kebesaran mereka di masa Kesultanan Demak Bintoro masih tersimpan hingga sekarang. Di antaranya saka peninggalan Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Gunung Jati, pintu bledheg peninggalan Ki Ageng Selo, gentong Kong dan piring keramik milik Putri Campa, bedug, kentongan juga Al Quran tulisan tangan Sunan Kalijaga.

Situs yang dimaksud antara lain delapan tiang utama penyangga bagian serambi Masjid Agung Demak yang dibuat pada masa Kerajaan Majapahit. Lebih tepatnya adalah hadiah Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi, yang tak lain adalah ayahanda Raden Fatah, yang kemudian dinobatkan sebagai Raja I Kesultanan Demak Bintoro dengan gelar Sultan Fatah Al Akbar Sayidin Pranotogomo.

Selain itu juga Masjid Agung Demak itu sendiri yang dibangun oleh Walisanga dan Sultan Fatah pada abad XV, serta makam raja-raja Kesultanan Demak Bintoro yang berada di kawasan belakang Masjid Agung Demak.

Lebih lanjut disampaikan, masyarakat atau pengunjung tidak akan ditarik retribusi saat berkunjung ke Museum Situs Masjid Agung Demak. Sedangkan untuk pemeliharaan, akan menggunkan anggaran bantuan dari APBD serta BKM Kabupaten Demak.

Jambu Delima Demak, Warnanya Menggugah Selera

Demak merupakan sentra utama jambu air merah delima (Syzygium Aqueum) di Indonesia. Potensi ini bahkan telah ditayangkan oleh Trans7 dalam "Laptop Si Unyil" beberapa waktu yang lalu. Varietas jambu air ini sebenarnya telah lama dibudidayakan di Eropa, dikenal sebagai water apple, termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Asalnya pun dari wilayah selatan India dan Malaysia Timur, lalu menyebar ke Philipina, Indonesia, Hawai (AS), hingga Trinidad, dan Tobago.

Dalam berbagai literatur disebutkan, jambu air merah delima tumbuh di dataran rendah hingga sedang (100-600 meter dpl). Jadi cocok ditanam di daerah-daerah sepanjang pesisir utara Jawa. Ciri khas buah ini, berwarna merah tua seperti buah delima, rasanya manis, dan mengandung banyak air. Rasanya manis dan segar buah ini karena dalam setiap kilogram terdapat kadar gula sebanyak 7,2 brik, 117 mg vitamin C, dan 84% air.

Menurut data Subdinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, populasi tanaman ditetapkan sebagai tanaman varietas unggulan, sebagaimana Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 512/Kpts/SR, tertanggal 12 Desember 2005 di kabupaten ini tercatat 95.627 batang, 38.570 diantaranya telah berbuah. Jumlah produksi mencapai 20.500 kuintal per-tahun. Dari segi harganya pun cukup menjanjikan, yaitu sekitar Rp 10.000/kg di pasar-pasar tradisional, sedangkan di swalayan mencapai Rp 15 ribu/kg.